Santapan Rohani


Random Hadith Widget

Wednesday, November 18, 2009

Seloka Aurat

Tutup aurat satu tuntutan,
Dalam keluarga wajib tekankan,
Kalau keras hati gunalah rotan,
Demi melaksanakan perintah Tuhan.

Aurat ditutup mestilah lengkap,
Tudung litup termasuk sikap,
Mini telekong pun orang cakap,
Elok dipandang tak payah pun 'make up'.

Berbaju kurung bukanlah mengurung
Lebih elok jubah jika direnung,
Kaki pula eloklah bersarung,
Agar syaitan susah nak bertarung.

Kalau wanita menutup aurat,
Orang jahat tak berani ngorat,
Bahkan boleh menjadi ubat,
Orang memandang boleh bertaubat.

Pakaian moden memanglah hebat,
Harganya mahal walaupun ketat,
Walaupun cantik tetapi singkat,
Orang memakai pun nampak pusat.

Berseluar ketat baju pun ketat,
Jarangnya pulak boleh dilihat,
Orang yang memakai memanglah dipandang jahat,
Dimurka oleh Allah, Rasul dan para malaikat.

Apa yang aneh bila dipandang,
Lengan pendek tapi bertudung,
Nampak seperti orang yang kudung,
Mata memandang ketiak seperti ikan lolong

Lagilah aneh bila di fikir,
Baju kebaya tudung berukir,
Nampak dada iman terjungkir,
Kain terbelah peha terukir.

Bila ditanya kenapa begitu,
Dia kata fesyennya dah macam tu,
Di dalam hati niat tertentu,
Menggoda jantan sudahlah tentu.

Menutup aurat boleh berfesyen,
Tetapi jangan menunjuk eksyen,
Sesuaikan diri ikut profesyen,
Kalau dilaknat tak guna sesen.

Kalau nak "Make Up" biarlah padan,
Jangan terlebih bila berdandan,
Minyak wangi juga fikirkan,
Bedak dan gincu sekadar keperluan.

Kasut tinggi cuba jauhi,
Kerana ia melahirkan bunyi,
Boleh menarik perhatian lelaki,
Perbuatan ini dibenci Ilahi.

Apatah lagi menghentakkan kaki,
Menarik perhatian orang laki-laki,
Melenggok punggung membinasakan diri,
Ustaz melihat pun separuh mati.

Buat apa nak tayang jambul,
Kecantikan tak usah ditonjol-tonjol,
Mahkota disimpan tak jadi bisol,
Memakai tudung Islam tersimbol.

Selokaku ini bukanlah jahat,
Cuma saja mahu peringat,
Kepada semua para sahabat,
Terutama sekali rakan sejawat.

Kalau nak ikut nasihat ini,
Jangan bertangguh ubahlah diri,
Benda yang baik tak payah diuji,
Akan terserlah akhlak terpuji.

Kepada semua kawan lelaki,
Jangan tergelak wanita diperli,
Keluarga kita tak terkecuali,
Terutama sekali anak dan bini.

Sudahkah kita tanamkan iman,
Menutup aurat sepanjang badan,
Ke sana sini dilindungi Tuhan,
Keluarga menjadi contoh teladan.


p/s: ana amat tertarik terhadap seloka nie.. ana ambil dari KTI ... semoga orang yang menulis seloka ini mendapat pahala terhadap karyanya..

Tuesday, November 10, 2009

Tabarruj

Pernah dengar kata tabarruj? Apa maknanya?
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyinggung kata ini dalam firman-Nya:

وَلاَ تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ اْلأُولَى
“Janganlah kalian (wahai istri-istri Nabi) bertabarruj sebagaimana tabarruj orang-orang jahiliah yang awal.” (Al-Ahzab: 33)


وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَاءِ اللاَّتِي لاَ يَرْجُوْنَ نِكَاحًا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَنْ يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِيْنَةٍ
“Dan perempuan-perempuan tua yang terhenti dari haid dan mengandung, yang tidak memiliki keinginan untuk menikah lagi, maka tidak ada dosa bagi mereka untuk menanggalkan pakaian luar1 mereka dengan tidak bermaksud tabarruj dengan perhiasan yang dikenakan … .” (An-Nur: 60)

Az-Zajjaj Abu Ishaq Ibrahim bin As-Sirri2 rahimahullahu berkata: “Tabarruj adalah menampakkan perhiasan dan segala yang dapat mengundang syahwat laki-laki.” Adapun jahiliah yang awal, ada yang mengatakan masanya dari mulai Nabi Adam ‘alaihissalam sampai zaman Nuh ‘alaihissalam. Ada yang mengatakan dari zaman Nuh ‘alaihissalam sampai zaman Idris ‘alaihissalam. Ada pula yang berpendapat dari zaman ‘Isa ‘alaihissalam sampai zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pendapat yang lebih mendekati adalah dari zaman Isa ‘alaihissalam sampai zamannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena merekalah orang-orang jahiliah yang dikenal. Disebut jahiliah yang awal, karena mereka telah ada lebih dahulu sebelum umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Ma’anil Qur`an wa I’rabuha, 4/171).

Al-Imam Ath-Thabari rahimahullahu juga menyebutkan hal ini dalam tafsirnya. (Jami’ul Bayan fi Ta`wilil Qur`an, 10/294)
Mujahid rahimahullahu berkata: “Seorang wanita berjalan di hadapan orang-orang, itulah yang dinamakan tabarruj jahiliah.”
Qatadah rahimahullahu menambahkan bahwa wanita yang bertabarruj adalah wanita yang keluar rumah dengan berjalan lenggak-lenggok dan genit. (Tafsir Ath-Thabari, 10/294)
Al-Imam Majdudin Abus Sa’adat Al-Mubarak bin Muhammad Al-Jazari atau yang lebih dikenal dengan Ibnul Atsir rahimahullahu menjelaskan makna tabarruj dari hadits:

كاَنَ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكْرَهُ عَشْرَةَ خِلاَلٍِ ... (مِنْهَا) التَّبَرُّجُ بِالزِّيْنَةِ لِغَيْرِ مَحَلِّهَا...

“Nabiyullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci sepuluh perangai (perbuatan)… (kemudian disebutkan satu persatunya, di antaranya adalah:) tabarruj dengan perhiasan tidak pada tempatnya.” (HR. Abu Dawud no. 4222. Namun hadits ini mungkar3 kata Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Dha’if Sunan Abi Dawud)

Ibnul Atsir rahimahullahu berkata: “Tabarruj adalah menampakkan perhiasan kepada laki-laki yang bukan mahram (ajnabi). Perbuatan seperti ini jelas tercela. Adapun menampakkan perhiasan kepada suami, tidaklah tercela. Inilah makna dari lafaz hadits, ‘(menampakkan perhiasan) tidak pada tempatnya’.” (An-Nihayah fi Gharibil Hadits)

Dengan keterangan di atas insya Allah menjadi jelas bagi kita apa yang dimaukan dengan tabarruj. Hukumnya pun tampak bagi kita, yakni seorang muslimah dilarang keluar rumah dengan tabarruj.
Namun sangat disesalkan kenyataan yang kita dapatkan di sekitar kita. Berseliwerannya wanita dengan dandanan aduhai, ditambah wangi yang semerbak di jalan-jalan dan pusat keramaian, sudah dianggap sesuatu yang lazim di negeri ini. Bahkan kita akan dianggap aneh ketika mengingkarinya.
Tidak usahlah kita membicarakan para wanita yang berpakaian “telanjang” di jalan-jalan, karena keadaan mereka sudah sangat parah, membuat orang yang takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hari akhir bergidik dan terus beristighfar. Cukup yang kita tuju para muslimah yang masih punya kesadaran berislam walaupun mungkin setipis kulit ari, hingga mereka menutup rambut mereka dengan kerudung dan membalut tubuh mereka dengan pakaian sampai mata kaki dengan berbagai model. Sangat disesalkan para muslimah yang berkerudung ini ikut berlomba-lomba memperindah penampilannya di depan umum dengan model 'busana muslimah' terkini dan kerudung ‘gaul’ yang penuh pernak-pernik, pendek, dan transparan. Sehingga, berbusana yang sejatinya bertujuan menutup aurat dan keindahan seorang muslimah di hadapan lelaki selain mahramnya, malah justru menonjolkan keindahan. Belum lagi wajah dan bibir yang dipoles warna-warni. Tangan yang dihiasi gelang, jari-jemari yang diperindah dengan cincin-cincin, dan parfum yang dioleskan ke tubuh dan pakaian. Semuanya dipersembahkan di hadapan umum, seolah si wanita berkata, “Lihatlah aku, pandangilah aku…”. Wallahul musta’an…

Semua ini jelas merupakan perbuatan tabarruj yang dilarang dalam Al-Qur`anul Karim. Namun betapa jauhnya manusia dari bimbingan Al-Qur`an!!! Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang para wanita bertabarruj. Namun mereka justru bangga melakukannya, mungkin karena ketidaktahuan atau memang tidak mau tahu.
Bisa jadi ada yang menganggap bahwa larangan tabarruj ini hanya ditujukan kepada istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam karena mereka yang menjadi sasaran pembicaraan dalam ayat 33 dari surat Al-Ahzab di atas. Jawabannya sederhana saja. Bila wanita-wanita shalihah, wanita-wanita yang diberitakan nantinya akan tetap mendampingi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga, para Ummahatul Mukminin yang suci itu dilarang ber-tabarruj sementara mereka jauh sekali dari perbuatan demikian, apatah lagi wanita-wanita selain mereka yang hatinya dipenuhi syahwat dunia. Siapakah yang lebih suci, istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ataukah mereka? Bila istri-istri Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan cerminan shalihah bagi wanita-wanita yang bertakwa itu diperintah untuk menjaga diri, jangan sampai jatuh ke dalam fitnah4 dan membuat fitnah, apalagi wanita-wanita yang lain…

Kalau ada yang menganggap larangan tabarruj itu hukumnya khusus bagi istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam karena mereka adalah pendamping manusia pilihan, kekasih Allah Subhanahu wa Ta’ala, sementara wanita-wanita selain mereka tidak memiliki keistimewaan demikian, maka kita tanyakan: Dari sisi mana penetapan hukum khusus tersebut, sementara alasan dilarangnya tabarruj karena akan menimbulkan fitnah bagi laki-laki?5

Laki-laki yang memang diciptakan punya ketertarikan terhadap wanita, tentunya akan tergoda melihat si wanita keluar dengan keindahannya. Bila tidak ada iman yang menahannya dari kenistaan, niscaya ia akan berpikir macam-macam yang pada akhirnya akan menyeretnya dan menyeret si wanita pada kekejian. Bila tabarruj dilarang karena alasan seperti ini, lalu apa manfaatnya hukum larangan tersebut hanya khusus bagi para istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Apakah bisa diterima kalau dikatakan para istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dilarang tabarruj karena mereka wanita mulia yang harus dijaga, tidak boleh menimbulkan fitnah, sementara wanita selain mereka tidak perlu dijaga dan kalaupun bertabarruj tidak akan membuat fitnah??? Di manakah orang-orang yang katanya berakal itu meletakkan pikirannya? Wallahul musta’an.

Al-Imam Abu Bakr Ahmad bin ‘Ali Ar-Razi Al-Jashshash6 rahimahullahu menyatakan bahwa beberapa perkara yang disebutkan dalam ayat ini (Al-Ahzab: 33) dan ayat-ayat sebelumnya merupakan pengajaran adab dari Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penjagaan terhadap mereka dan seluruh wanitanya kaum mukminin juga dituju oleh ayat-ayat ini7. (Ahkamul Qur`an, 3/471)

Surat An-Nur ayat 60 juga menunjukkan bahwa larangan tabarruj tidak hanya khusus bagi ummahatul mukminin, namun berlaku umum bagi seluruh mukminah. Bila wanita yang sudah tua dan sudah mengalami menopause saja dilarang tabarruj sebagaimana dalam ayat:

غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِيْنَةٍ
“Dengan tidak bermaksud tabarruj dengan perhiasan yang dikenakan…” (An-Nur: 60)

tentunya larangan kepada wanita yang masih muda lebih utama lagi.
Wanita yang keluar rumah dengan tabarruj hendaknya berhati-hati dengan ancaman yang dinyatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya berikut ini:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا بَعْدُ، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلاَتٌ مُمِيْلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنَمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat, pertama: satu kaum yang memiliki cemeti-cemeti seperti ekor sapi yang dengannya mereka memukul manusia. Kedua: para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka menyimpangkan lagi menyelewengkan orang dari kebenaran. Kepala-kepala mereka seperti punuk unta yang miring/condong. Mereka ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wanginya surga padahal wanginya surga sudah tercium dari jarak perjalanan sejauh ini dan itu.” (HR. Muslim no. 5547)




Kedua golongan di atas belum ada di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun sekarang telah kita dapatkan. Hal ini termasuk mukjizat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana apa yang beliau kabarkan pasti terjadi. (Al-Minhaj, 14/336)
Yang perlu diingat, tidaklah satu dosa diancam dengan keras melainkan menunjukkan bahwa dosa tersebut termasuk dosa besar. Sementara wanita yang keluar rumah dengan berpakaian namun hakikatnya telanjang, yang bertabarruj, berjalan berlenggak lenggok di hadapan kaum lelaki hingga menjatuhkan mereka ke dalam fitnah, dinyatakan tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium bau surga.
Nah, tersisalah pertanyaan: apakah dosa yang diancam seperti ini bisa dianggap remeh? Maka berhati-hatilah!!!



1 Maksudnya pakaian luar yang kalau dibuka tidak menampakkan aurat.
2 Wafat tahun 311 H.
3 Hadits mungkar termasuk dalam hadits yang lemah.
4 Yang dimaksud dengan fitnah di sini adalah sesuatu yang membawa kepada ujian, bala, dan adzab.
5 Terlebih lagi ada hadits yang berbunyi:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnahnya wanita.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
6 Wafat tahun 370 H.
7 Yakni ayat ini tidak berlaku secara khusus bagi istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam namun juga berlaku bagi wanita muslimah lainnya. Walaupun konteks pembicaraannya memang ditujukan kepada istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun hukum yang disebutkan di dalam ayat berlaku umum.


Sumber: Iluvislam.com

Semakin Kita Beremosi Semakin Akal Tidak Berfungsi

Seorang gadis dimasukkan ke hospital kerana mengambil paracetamol berlebihan. Dia menelan berpuluh-puluh biji pil tersebut sekali gus. Berlaku tindak balas yang teruk kepada bahagian hati dan hampir-hampir saja tindakannya itu meragut nyawanya. Di atas katil hospital dia menceritakan sebab bagi kewajaran tindakannya.


“Saya bercinta dengan seorang pemuda dalam satu kisah yang panjang…” gadis itu memulakan cerita.


“Kami menemui keserasian sejak dari umur kanak-kanak. Kami bersekolah tadika sama, sekolah rendah dan sehinggalah peringkat menengah.” Ceritanya lancar sekali seperti menjeling zaman lampaunya yang indah semerbak.


“Saya tahu dia tercipta untuk saya…Saya pula tercipta untuknya.” Begitu puitis ceritanya seperti lagu-lagu cinta.


“Saya pasrahkan diri untuknya. Saya hanya ada dia bagi masa depan saya. Dia juga begitu, kami bersama meniti hari buat memadu ikatan berkekalan. Gerbang perkahwinan.” Ujarnya tersusun dalam irama sedikit yakin.


“Namun….apabila selesai SPM, keputusan peperiksaan saya teruk tetapi dia berjaya melanjutkan pelajaran ke university.”


“Di sinilah bermula segala-galanya berubah. Hari demi hari mendatang dia telah jadi orang lain, saya seakan-akan tidak mengenalinya sama sekali.” Dia seperti akan menangis bagi mengakhiri bicaranya.


“Memang pada permulaan berjauhan, setiap saat kami berhubungan melalui telefon. Kerinduan bagai badai yang mengaramkan kami dalam samudera rindu.”


Sekali lagi dia berpuisi menghirup nafas yang dalam bersama memori terindahnya.


“Tidak lama kemudian saya merasakan ada sesuatu kelainan apabila dia mula menyepi. Begitu sukar untuk menghubunginya, saya tidak tahu apa nombor telefon barunya.”


Wajahnya bertukar merah, air mata mula mengalir dari kelopak matanya.


“Akhirnya saya dapat tahu dia telah punya orang lain dalam hidupnya sedangkan saya di sini terpanggang menanggung derita keseorangan.”Esakannya kian kuat.


“Pada suatu hari dia datang berjumpa saya dan secara rasmi memberitahu bahawa kami bukan pasangan yang sesuai. Perhubungan yang kami bina bertahun-tahun seperti tiada apa-apa makna dan diputuskan begitu saja.”

Kekecewaan jelas terpancar pada utas-utas bicaranya.


“Selepas pertemuan itu saya menghabiskan masa menyendiri, berfikir tentang diri sendiri mengingat memori indah serta sembilu yang disayat-sayat kepada hati saya yang begitu menyakitkan. Saya tidak menemui selain daripada kesakitan yang sangat dalam, hidup saya telah musnah, saya tidak punya masa depan lagi. Saya tidak perlu hidup lagi.”


Tangisannya kuat, ledakan emosinya begitu menggetarkan. Bicaranya kemudian berulang-ulang atas benda yang sama.


Cerita ini sebenarnya tiada kesimpulannya, ia hanya mengenengahkan sebuah kisah yang mana secara intelek kita boleh berkata :


“Wahai gadis, apalah yang ada pada pemuda itu sehingga sanggup anda mengorbankan nyawa yang sangat berharga kerananya?”


“Apalah sangat kesakitan berbanding masa depan gemilang yang menanti untuk bertemu dengan pemuda lain yang jauh lebih baik daripadanya?”


“Kecilnya masalah itu, ada ramai lagi orang lain di luar sana yang sedang menanggung derita yang lebih parah tetapi tidak terlintas pun untuk membunuh diri!”


Itu hujah kita, kenapa begitu rasional??

Kerana kita tidak mencampurkannya dengan emosi negatif.


Kenapa pula gadis tadi tidak boleh berfikir begini??

Kerana dia menyeret seluruh emosinya sekali.


Kita telah menemui di mana punca kepada persoalan yang sering berlaku dalam kehidupan manusia. Kenapa manusia tidak dapat mencari jawapan walaupun kelihatan masalah itu sangat mudah.


Kenapa masalah tersebut masih menggelutinya??

Jawapannya, rasional hilang dan akhirnya dia tidak menemui cahaya sehingga ke hujung lorong permasalahan.

Begitulah bahayanya gelutan emosi negatif dalam diri. Sama ada emosi itu dalam soal perasaan tentang cinta atau kemarahan membara, ia sama sahaja. Ini adalah kerana apabila kita beremosi, kita hanya fikir benda yang sama, akal jadi sangat tumpul.


Cuba kita lihat orang yang sedang marah atau mabuk cinta, perkataan yang keluar dari mulutnya ialah benda yang sama, ibarat satu kitaran yang bergelung. Ia seperti berlegar-legar dalam sebuah kotak besi yang terkatup rapat. Tidak jumpa jalan keluar.


Apabila emosi ini terus dilayan, ia akan menjadi seperti bebola salji yang digolekkan dari atas ke bawah bukit. Daripada asalnya hanya sebesar bola sepak, bulatan itu boleh jadi sebesar kereta!! Justeru itu, sekiranya kita mahu selamat dan maruah terus terpelihara, ketika emosi terpancing, sedarkan diri bahawa kita sedang dalam zon penyingkiran waras, keupayaan akal merudum teruk sehingga kuasa naluri pun turut lumpuh.


Asingkan suara dalam, bezakan antara gejolak emosi dan ilmu serta fitrah murni. Sekiranya ini tidak dapat diatasi, apa lagi yang masih tinggal pada manusia ini untuknya membuat keputusan dan bertindak??


Jawapannya : JANGAN HARAP!


*Artikel asal oleh Buku motivasi U-Turn Kembali ke Jalan yang Lurus oleh Ust. Zul Ramli

Saturday, November 7, 2009

Berdepan Dengan Bakal Isteri Dan Ibu

Artikel dipetik daripada buku ini. Artikel merupakan Nota 22

Masih teringat kata-katanya sewaktu saya meminta nasihat tentang panduan mendidik anak perempuan. Maklumlah, majoriti anak-anak saya lelaki. Adakalanya bagai ketandusan idea dan cara untuk berdepan dengan kerenah anak perempuan

"Perlu banyak meraikan".

Begitu kata Tok Wan apabila ditanya tentang tip mendidik anak perempuan.

"Meraikan bagaimana?"

"Raikan mereka dengan kata-kata, belaian dan pemberian. Itu caranya."

"Maksudnya?"

"Hargai pandangan, kegembiraan, kesedihan, kejayaan dan kegagalannya. Selalu ucapkan tahniah, takziah, pujian dan pujukan. Pada ketika yang sesuai, berilah hadiah."

"Kenapa Tok Wan?"

"Umumnya perempuan makhluk perasaan berbanding lelaki makhluk akal. Pendekatan meraikan lebih berkesan bila berdepan dengan perasaan. Pendekatan ini lebih menyentuh dan berkesan."

"Itu pendekatannya, bagaimana pula prinsip asasnya?"

"Wah, kau bertanya, macamlah Tok Wan ni seorang profesor!"

Tok Wan bergurau. Sejenak kemudian, sambil tersenyum dia berkata, "Itu kena bayangkan...bakal isteri. Kemudian, bakal ibu!"

Wah, Tok Wan dah mula bersilat kata! Saya perlu lebih kritis menyoalnya.

"Bayangkan isteri? Isteri saya?" usik saya.

"Anak perempuan kita bakal seorang isteri. Jadi bayangkan bagaimana sifat seorang isteri sejati. Itulah "end in mind" yang perlu sewaktu mendidik anak perempuan," jelas Tok Wan yang mempunyai latar belakang pendidikan agama dan Barat itu.

Belum sempat saya mencelah, soalan Tok Wan mula menerjah, "Apa kau inginkan daripada seorang isteri?"

"Ketaatan", balas saya cepat.

"Lalu didiklah anak perempuan tentang ketaatan. Latih agar dia patuh pada perintah yang baik. Apa lagi?"

"Malu."

"Didik supaya dia mengekalkan rasa malu pada tempat dan ketikanya. Latih dia sentiasa menjaga aurat, tidak meninggikan suara dan tidak lasak pada gerak fizikalnya. Ajar erti maruah dan harga diri. Lagi?"

"Cantik...."

"Wah, tak lupa ya....Latih supaya dia menjaga kecantikan, tingkah laku, wajah, pakaian, tempat tinggal, bilik dan lain-lain. Biar dia pandai menjaga kekemasan, kecantikan dan keindahan. Biar dia peka dengan nilai-nilai estetika. Lagi?"

Saya diam. Dalam ruang fikiran tergambar isteri saya - ibu anak perempuan saya.

"Kau lupa agaknya..." usik Tok Wan.

"Tok Wan laju sangat...."

"Anak perempuan mesti dibiasakan suka berada di rumah.Bukan bermakna dia tidak boleh keluar, tapi biasakan dia suka di rumah. Rumah adalah gelanggang wanita. Ruang itu kecil tapi besar peranannya. Ketika suami keluar, isterilah pemimpin anak-anak dan pelindung hartanya."

"Ini payah Tok Wan, sekarang ini perempuan dah luas gelanggangnya!"

"Ah, kekadang yang luas hanya gelanggangnya, tapi kecil peranannya. Sedangkan di rumah walaupun kecil gelanggangnya, tapi amat besar peranannya. Pernah dengar madah, tangan yang mengayun buaian boleh menggoncang dunia?"

"Tadi Tok Wan kata, kena bayangkan juga bakal ibu."

"Apa yang paling kau hargai daripada seorang ibu?"

"Kasih sayangnya."

"Didiklah agar anak perempuan agar bersifat pengasih. Pengasih dengan adiknya, abang, kakak, binatang peliharaan dan sebagainya. Sebab itu anak perempuan digalakkan bermain dengan anak patung. Itu menyuburkan rasa kasih sayang kepada bayi. Lagi?"

"Sabar."

"Seorang ibu perlu sabar; sabar menanggung perit kehamilan, sakit melahirkan, menjaga sakit-demam, ragam dan kerenah anak. Tanamkan sifat sabar anak perempuan dalam menanggung kesakitan, keletihan, kekecewaan dan sebagainya."

"Mana lebih bayah didik anak perempuan atau anak lelaki?" tanya saya. Dia senyum sinis. Terasa bodoh pula menyoal begitu.

"Soalan itu tidak betul! Sepatutnya soalannya begini, ada beza tak antara mendidik anak lelaki dengan anak perempuan? Senang dan susah itu terlalu relatif dan subjektif sifatnya."

"Beza tak?" pintas saya penuh akur.

"Tentulah, sebab lelaki dan wanita memang berbeza. Tuhan jadikan darjat kedua-duanya sama, tapi peranannya berbeza. Bukan sahaja ciri-ciri fizikal berbeza tetapi ciri-ciri rohaniahnya jua."

"Kata orang bela lembu 10 ekor lebih mudah daripada seorang anak perempuan."

"Perbandingan yang tak relevan. Manusia berbeza dengan lembu. Kita ada hati, akal dan perasaan."

"Tapi tak ada yang kata membela 10 ekor lembu lebih mudah daripada seorang anak lelaki..."

"Terpulang pada "gembala"nya. Kena gaya dan caranya, 10 orang anak perempuan pun boleh dijaga."

"Apa tip Tok Wan untuk Sang Gembala?"

"Bila berdepan dengan anak perempuan, bayangkan kita berdepan dengan bakal isteri. Adakah menantu lelaki kita nanti akan mendapat isteri yang solehah? Bayangkan kita berdepan dengan bakal ibu, adakah cucu kita kelak bakal mendapat ibu yang mithali?"

"Lagi Tok Wan?"

"Untuk menjadi seorang ayah yang baik kepada anak perempuannya, Sang Gembala mestilah menjadi seorang anak yang baik kepada ibunya dan suami yang baik kepada isterinya!"

"Lagi Tok Wan?"

"Last but not least, Sang Gembala wajib baik kepada Tuhannya!"

Saya terdiam. Diam yang panjang. Perlukah saya menyoal lagi?


Sumber: iluvislam.com

Friday, November 6, 2009

Bahaya Wahabi

GERAKAN Wahabi diasaskan Imam Muhamad bin Abdul Wahhab At-Tamimi (1703-1791). Beliau muncul ketika pengaruh mazhab Hambali sedang merosot dan umat Islam ketika itu melakukan pencemaran akidah seperti khurafat dan bidaah.

GERAKAN Wahabi diasaskan Imam Muhamad bin Abdul Wahhab At-Tamimi (1703-1791). Beliau muncul ketika pengaruh mazhab Hambali sedang merosot dan umat Islam ketika itu melakukan pencemaran akidah seperti khurafat dan bidaah.

Perkembangan fahaman berkenaan di Malaysia kebanyakan dibawa pelajar yang pernah menuntut ilmu agama di negara Arab yang terpengaruh dengan ajaran itu
Kehadiran golongan itu di sini dapat dirasakan berikutan ada pengikutnya berani mencerca ulama ahlu Sunnah Wal-Jamaah termasuk amalan sunat yang terdapat dalam ajaran Islam seperti doa qunut dan berzikir selepas solat.

Aliran Wahabi ibarat api dalam sekam dan boleh mengancam negara dan menyebabkan umat Islam bergaduh sesama sendiri jika tidak dibendung pihak berkuasa agama di Malaysia.

Mereka juga seperti musuh dalam selimut kerana sukar untuk mengenal pasti golongan ini apatah lagi mereka turut hadir dalam majlis agama, bersolat di masjid atau surau dan tidak mengaku diri mereka pengikut ajaran Wahabi.

Bagaimanapun, secara halus mereka menyusup dalam kelompok masyarakat Islam di negara ini dengan menghina mazhab Ahlu Sunnah Wal-Jamaah yang menjadi rujukan umat Islam dengan membawa Islam mudah sehingga masyarakat keliru.

Mazhab Ahlu-Sunnah dalam syariat beragama sangat penting bukan saja kepada umat Islam sendiri, malah seluruh masyarakat.

Fahaman Wahabi turut menolak ijmak dan qias. Ijmak ialah persepakatan dalam hukum syarak di kalangan umat Islam dari satu zaman ke satu zaman selepas Nabi Muhamad s.a.w wafat.

Ini jelas dibuktikan dengan firman Allah s.a.w yang bermaksud: "Dan sesiapa yang menentang (ajaran) Rasulullah sesudah terang nyata kepadanya kebenaran petunjuk (yang dibawanya) dan ia pula mengikut jalan yang lain dari jalan orang-orang yang beriman. Kami akan memberikannya kuasa untuk melakukan (kesesatan) yang dipilihnya, dan (pada hari akhirat kelak) Kami akan memasukkannya ke dalam neraka jahanam dan neraka jahanam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali." (Surah an-Nisaa', ayat 115).

Jadi, wajib kita mengikut apa yang diputuskan ijmak kerana ia senarai yang ketiga terpenting daripada sumber perundangan Islam.

Menurut Ahli Jawatankuasa Pemantauan Akidah dan Pentauliahan Majlis Agama Islam Selangor (Mais), Ustaz Mahfuz Mohamad, fahaman Wahabi bertapak di negara ini sejak awal tahun 1900 apabila Sheikh Abdul Hadi membuka sekolah agama di Melaka.

"Bagaimanapun, sekolah itu tidak mendapat sambutan dan beliau berpindah ke Pulau Pinang. Melalui sekolah itu lahir tokoh fahaman Wahabi iaitu Sheikh Abu Bakar al-Ashaari.

"Selepas menamatkan pengajian di sekolah terbabit pada tahun 1925 beliau menyambung pengajiannya di Mesir dan pulang ke negara ini pada tahun 1932.

"Beliau menyebar fahaman Wahabi di Pulau Pinang, tetapi mendapat tentangan hebat ramai tokoh ulama ahlu Sunnah, antaranya Sheikh Abdullah Fahim.

"Beliau lari ke Kedah dan kemudian menetap di Perlis bagi menyebarkan fahaman Wahabi," katanya.

Mahfuz berkata, ketika itu ia dinamakan fahaman muda atau mudah kerana mereka selalu bermudah-mudahan.

Ini dicatatkan di dalam Kitab Senjata Syariat yang diterbitkan pada tahun 1953 khas bagi menjawab gerakan Wahabi oleh tiga tokoh ulama besar ketika itu: Sheikh Abdullah Fahim, Haji Ahmad Tun Hussein Pokok Sena dan Sheikh Abdul Rahman Abdullah Merbok.

Abu Bakar as-Ashaari pernah menerbitkan buku bertajuk Ibadah Rasulullah s.a.w yang menimbulkan keraguan kerana 'menjelmakan' petua menghalalkan memakan biawak, ular, labi-labi dan penyu.

"Di dalam buku itu, Abu Bakar as-Ashaari mencaci amalan bermazhab yang dikatakan haram dan bidaah dalal.

"Ulama ketika itu sudah memberi amaran bahawa gerakan Wahabi sudah menyusup dalam masyarakat dan perlu membendung segera," katanya.

Hasil ketegasan ulama sebelum ini, fahaman Wahabi kian menyepi, tetapi kini muncul kembali berikutan banyak kelonggaran yang diberikan kepada sesiapa sahaja atas 'tiket' menyebarkan Islam.

"Golongan Wahabi tidak berpegang kepada mana-mana mazhab kononnya hanya berpegang kepada al-Quran dan hadis.

"Tetapi, sejarah membuktikan ramai tokoh tersohor Islam seperti Imam Nawawi, Imam al-Ghazali, Termidzi, Bukhari dan Muslim berpegang kepada mazhab yang empat itu," katanya.

Katanya, tuduhan Wahabi terhadap beberapa amalan yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat Islam di Malaysia seperti doa qunut, membaca al-Quran di atas kubur dan wirid selepas solat membuatkan umat keliru.

Merujuk kepada buku Makna Sebenar Bid'ah : Satu Penjelasan Rapi yang dikarang oleh Abdullah al-Siddiq al-Ghumari yang turut disemak oleh Mufti Negeri Sembilan Datuk Mohd Murtadza Ahmad, Bekas Mufti Wilayah Persekutuan, Datuk Md Hashim Yahya serta Yang di Pertua Persatuan Ulama Malaysia, Saleh Ahmad menyebutkan ulama bersepakat mengenai pembahagian bid'ah antara yang terpuji dan tercela. Orang pertama yang mengatakan demikian ialah Umar r.a.

Ulama juga bersepakat bahawa sabda Rasulullah s.a.w yang menyebutkan: "Setiap yang bid'ah itu sesat" adalah hadis umum yang perlu dikhususkan.

Imam al-Syafie berkata: "Setiap yang mempunyai sandarannya dari sudut syarak, bukannya bid'ah sekalipun tidak diamalkan oleh generasi salaf. Mereka meninggalkan perkara itu mungkin kerana keuzuran."

Al-Imam Ibn Lub dalam menyangkal pendapat golongan yang tidak menyenangi amalan berdoa selepas sembahyang mengatakan perkara berkenaan tidak diamalkan generasi salaf.

Namun, tidak mungkin mengatakan hukumnya haram atau makruh kerana perkara yang dilakukan itu mempunyai asas dalam syarak.

Mengenai amalan membaca wirid beramai-ramai selepas sembahyang. Memang ia tidak pernah berlaku pada zaman Nabi s.a.w, tetapi tidak haram. Sesiapa yang mendakwa amalan ini diharamkan bererti dia melakukan pembohongan atas nama Allah s.w.t.

Pengharaman amalan itu tidak disebut dalam al-Quran dan al-Sunnah.

Hadis Muslim yang diriwayatkan daripada Abu Hurairah menyebutkan sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud: "Tidaklah berkumpul satu kaum di dalam rumah Allah sambil membaca al-Quran dan mengulangkaji antara sesama mereka melainkan turunlah kepada mereka ketenangan, dan mereka diliputi oleh rahmat dan dinaungi oleh malaikat, dan Allah menyebut perihal mereka kepada makhluk yang di sisiNya."

Hadis ini memberikan kefahaman bahawa membaca al-Quran secara beramai-ramai di dalam masjid adalah disyariatkan.

Dalam Sahih Muslim terdapat juga hadis yang diriwayatkan daripada Abu Musa al-Asya'ari daripada nabi s.a.w yang bersabda yang maksudnya: "Selalulah membaca al-Quran, demi Dia Yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, al-Quran itu lebih mudah terlepas (hilang) daripada unta yang diikat." (Muslim. Kitab Salah al-Musafirin (231/791).

Kesimpulannya, dari segi tauhid, fahaman Wahabi bukan ajaran baru atau termasuk antara 73 cabang ajaran sesat, cuma ia boleh menimbulkan suasana tegang dalam masyarakat Islam kerana pendekatan yang diambil terlalu mudah tetapi bahaya.



INFO



Amalan dalam fahaman Wahabi antaranya:


  • Dalam mempelajari ilmu Usuludin hendaklah berpegang kepada fahaman yang diasaskan Ibnu Taimiyyah

  • Di dalam amalan fiqh pula tidak berpegang kepada mana-mana mazhab, malah boleh berpegang antara satu sama lain (Talfiq)

  • Berpegang kepada sumber al-Quran dan hadis sahih sahaja tanpa berpegang kepada Ijmak dan Qias

  • Melarang keras umat Islam berdoa melalui tawassul (perantaraan)

  • Melarang ziarah kubur walaupun makam Rasulullah s.a.w

  • Menghancurkan tugu peringatan kerana semua itu menjadikan umat Islam syirik

  • Melarang membaca qasidah dan berzanji yang memuji Rasulullah s.a.w. tahlil dan seumpamanya

  • Melarang umat Islam mengadakan sambutan hari kebesaran Islam seperti Maulid Nabi, Israk Mikraj dan lain-lain

  • Melarang umat Islam belajar sifat 20 dan seumpamanya

  • Fahaman Asa'ari iaitu fahaman Ahlu Sunnah Wal-Jamaah dibuang jauh-jauh

  • Imam dilarang membaca Bismillah pada permulaan Fatihah

  • Tidak boleh membaca wirid-wirid yang memuji Rasulullah s.a.w

  • Tidak boleh melagu-lagukan lafaz al-Quran dan laungan azan, tetapi boleh baca dengan lurus sahaja

  • Mengadakan majlis zikir secara berjemaah dilarang

  • Amalan tariqah dilarang sama sekali

  • Amalan berwirid selepas solat berjemaah dilarang keras


  • Sumber Harian Metro

    Wednesday, November 4, 2009

    Keburukan Coca-Cola

    Cuba balik rumah buat experiment dengan coke,betul ke hujah2 dibawah.

    Assalamualaikum
    "Fakta seperti yang tersenarai dibawah adalah kajian santifik yang dibuat oleh ahli sains kesihatan/sosial di USA dan Britain serta laporan dari seluruh dunia mengenai minuman ringan Coke : Coca Cola.

    Di dalam kebanyakan negeri di US, kereta peronda lebuhraya akan dimuatkan 2 gallon Coke untuk menghilangkan kesan darah di jalanraya apabila berlaku kemalangan. Cam pasukan SMART dan bomba kita tu, Harzadous Team. Cuba tanya Plus Ronda atau Polis Lebuhraya, adakah mereka guna?

    Anda di rumah diharap dapat mencuba kajian ini :

    1. Masukkan tulang dalam satu mangkuk yang diisi Coke, ia akan hancur atau hilang sama sekali dalam masa 2 hari. Elok untuk yang berniaga sup tulang!

    2. Untuk mencuci tandas : Masukkan setin air Coke dalam tandas dan biarkan selama 1 jam dan kemudian 'flush'. Kesan kotoran/hampas akan hilang dari tindakan 'citric asid' yang berada dalam Coke. Satu bahan gantian untuk mencuci kalau sabun dah habis! Rasa-rasa buat sabun badan boleh tak?

    3. Untuk menghilangkan kesan karat dari bumper kereta jenis chrome : Lap bumper dengan aluminium foil yang dicelup dengan Coke. Kesannya karat hilang!

    4. Untuk menghilangkan kesan 'corrosion' atau hakisan pada skru/nat bateri kereta : Tuang saja setin Coke pasti kesan hakisan hilang serta merta.

    5. Untuk melonggarkan skru yang berkarat dan ketat : Sekali lagi tuang setin Coke, skru tersebut pasti longgar dan boleh dibuka.

    6. Untuk menghilangkan kesan minyak/lekit dari pakaian : Tambahkan setin Coke dalam mesin basuh bersama sabun pencuci dan basuh macam biasa. Kesan minyak tu pasti hilang. Kemudian bolehlah minum air basuhan tadi berperisa coke.

    7. Cermin kereta anda berdebu/kotor/melekit ? Celup tuala dengan Coke dan lap.
    Pasti bersih. Tak payah guna tin sembur cuci cermin cam jual di Yawata tu kerana ianya amat mahal!


    Bahan aktif Coke adalah phosphoric asid. Ia mempunyai pH 2.8. Ia boleh meleburkan sebatang paku dalam masa 4 hari. Kilang Perwaja/besi mesti suka ni!

    Asid tersebut juga menghakis kekuatan tulang belakang dan tulang lain dalam badan yang merupakan punca utama kearah penyakit osteoporosis.

    Sila lihat lori yang membawa air sirap Coke dalam lori tangki,[ bukan lori yang bawa Coke siap dalam botol/tin] pasti dilengkapi dengan tanda amaran "Bahan Kimia Bahaya" atau"Bahan Penghakis : bahaya". Lori tangki itu juga diselaputi bahan penghakis hakisan untuk mengelak lori tu dihakis. . Tolong jangan letak/parking kereta berhampiran lori tangki yang ada tanda amaran tu, silap-silap tengah bawak kereta, putus 2 sebab hakisan/karat.

    Para pengedar minuman Coke telah menggunakannya untuk mencuci bahagian enjin lori/trak mereka sejak 20 tahun. Wahh...mesti buat overhaul ni!

    Kandungan gulanya 18 sudu cawan teh satu tin Coke. Cuba try bancuh kopi/teh dengan 18 sudu gula tu kat rumah dan minum mesti termuntah tapi tambahkan citric asid, mesti muka tersenyum. Tambah pula dengan ais!. Wahh! Rasa cam minum Coke berperisa kopi. Asid tersebut akan bertindak terhadap lidah untuk memberi signal kepada otak bahawa air yang diminum tidak berapa manis. Lidah ngan otakpun kena tipu. Semua minuman ringan menggunakan asid yang sama. Tak kiralah Pepsi. 7-up, Drinho, Yeos, Milo, F&N dll. Sama jer! Anak bapak dan Keluarga 69.

    Coke membawa maksud dadah Cocaine. Asal minuman Coke adalah dicipta untuk meghilangkan rasa letih dan mengkhayalkan untuk para pekerja buruh. Cam candu masuk China dulu. Antara isi kandungannya adalah ekstrak dari daun coca [cocaine] dan kacang Cola. Tu yang mai perkataan CocaCola tu.

    Cuba rendamkan gigi [gigi yang patah ker tapi kalau nak rendam gigi dalam mulut tu pun boleh gak] dalam satu mangkuk Coke, pasti gigi tu hilang/lebur dalamasa 24-49 jam. Yang mana sakit gigi, try cara ni, kot-kot gigi tu bleh hilang!

    Kalau anda tak suka minum kopi tapi suka sangat minum Coke, sama jer! Anda minum Caffein, bahan yang sama dalam 2 minuman tersebut.

    Di India, negeri Andhra Pradesh dan Chattisgarh secara spesifiknya, para peladangnya menggunakan Coke sebagai semburan untuk membunuh serangga perosak dalam ladang kapas dan cili mereka. Jadi racun seranggalah pulak. Saper ada tanam pokok cili kat rumah tu, semburlah Coke untuk bunuh serangga. Cili tu rasa pedas manis berperisa coke kot? Cubalah!

    Syarikat Coke dimiliki oleh pelabur berbangsa Yahudi 100%. Kat Mekah ada Mecca Cola. Betul ker? Yang pernah pi Mekah bleh confirm kot?

    Jadi, sambil-sambil kita minum Coke tu, bolehlah pada masa yang sama cuci cermin kereta, cuci baju, buka nat skru, cuci tandas , sembur serangga dll. Rupa-rupanya Coke ni boleh dibuat bahan gantian emergency jika bahan cuci/pelincir/penghakis habis kat rumah. Semua fakta diatas anda boleh cuba sendiri dirumah jika tak percaya. Yang mana tak pass sains khasnya kimia dulu masa sekolah bolehlah buat eksperimen sains kimia ni kat rumah.

    Sumber dari sini.


    Sunday, November 1, 2009

    Bingkisan Buatmu Duhai Muslimah

    Siapalah diriku ini untuk membuatkan dirimu menangis sebak, dan apakah layak bagiku untuk menasihati dirimu. Namun, inilah yang mampuku lafazkan, yang mampuku laungkan setelah kian lama terbuku di jiwa yang lara. Kuharap segalanya diterima dengan berlapang dada, kerana inilah taklifan buat diriku yang bergelar Adam, untuk meluruskan tulang rusuk yang ditakdirkan bengkok. Bukankah diciptakan wanita untuk dilindungi sepenuh hati?

    Melihat senario kaum Hawa dewasa ini, diriku tertanya-tanya penuh kemusykilan. Mengapa dirimu kian jauh daripada-Nya ? Apakah dirimu telah lupa akan hukum-hakam yang disusun-Nya? Ke manakah menghilangnya generasi mujahidah harapan agama? Ingatlah duhai muslimah. Dirimu itu diciptakan sebaik-baik kejadian. Jangan sekali-kali ciptaan Yang Maha Tinggi dipersiakan. Hanyalah redha-Nya yang kita impikan, bukannya undangan kemurkaan-Nya yang kita harapkan.




    "Takutlah kamu kepada wanita, kerana fitnah yang paling besar menimpa Bani Israel adalah kaum wanita..." (Mutafaq 'alaih)


    Jelas bersuluh di dalam sabda Baginda yang dirindui, sesungguhnya kaum hawa mampu menggoncang dunia. Jauh sekali tafsirannya bahawa wanita diciptakan sebagai perosak, sebaliknya wanita diciptakan untuk dinobatkan sebagai sayap kiri bagi para mujahid. Dalam berjuang demi menegakkan Deen di dalam diri, keluarga juga ummah. Wanita itu bisa menjadi madu, kenikmatan dan kemanisannya menjadi pemangkin pada kebangkitan Islamiah. Inilah yang diharapkan dari insan yang bergelar muslimah solehah. Dan wanita juga mampu untuk menjadi racun, bisanya terus memudaratkan seraya menghancurkan agama yang dicintai. Nauzubillahi min zalik! Jauhkan dirimu dari palitan noda maksiat, membutakan hati dan meruntuhkan peganganmu.

    "Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita solehah..."
    (Mutafaq 'alaih)


    Jadilah perhiasan dunia, yang dihiasi dengan bunga ketaqwaan. Sirami jiwamu dengan titis haruman iman, maka terpeliharalah dirimu dari fitnah dunia semata. Semaikan akhlaqmu dengan benih mahmudah, menjadikan dirimu disenangi segala makhluq dan juga Al-Khaliq. Perkayakan dirimu dengan coretan ilmu yang bermanfaat, sebagai petunjuk jalan dalam berbahtera melayar kehidupan duniawi, destinasinya menuju ke akhirat sana. Inilah titipan dari hamba-Nya yang tidak mengerti apa-apa. Moga mengalirlah air mata keinsafan. Sesungguhnya apa yang baik itulah ketentuan dari-Nya. Segala kekurangan pula lahir dari diriku sendiri, natijah dari kealpaan dalam menghadap diri-Nya Yang Maha Esa. Semoga bibitan kata ini akan diabadikan buat selamanya.

    Dipetik dari: iluvislam.com